“Bach Flower Remedy” metode baru untuk menyeimbangkan emosi pada anak

Alva Paramitha, seorang psikolog pendidikan dan praktisi penyembuhan meluncurkan buku pertamanya “Bunga Penyembuhan: Catatan Perjalanan Menyembuhkan dengan Obat Bunga Bach”. Selain penulis, peluncuran dan review buku juga menghadirkan Rangga Djoned (aktor, produser dan pengamat seni) sebagai pembahas buku yang ditulis oleh Alva. Selain publikasi, Alva yang juga seorang pengamat astrologi juga memperkenalkan bagaimana Bach Flower Remedy ditemukan oleh Dr. Edward Bach, seorang dokter ortodoks Inggris yang menyembuhkan emosi manusia.

Ini menciptakan penyembuhan emosional melalui 38 jenis energi bunga yang disimpan dalam air. Bukan ritual yang irasional “Dalam buku ini, saya menjelaskan tentang awal perjalanan bagaimana saya berkenalan dengan Bunga Bach yang ditemukan oleh Dr. Edward Bach. Dalam buku itu saya menjelaskan bagaimana energi bunga dapat menyembuhkan,” kata Alva yang merupakan juga seorang psikolog sekolah dan praktisi kesehatan mental.


Teknik ini, jelasnya, bukanlah bentuk ritual irasional tetapi memiliki dasar ilmiah yang kuat. Teknik penyembuhan emosional melalui Bunga Bach sendiri telah banyak digunakan di negara-negara Eropa dan Amerika. “Saya menjelaskan bahwa bunga memiliki energi tinggi dan dapat meningkatkan emosi manusia. Dalam buku itu saya menjelaskan, misalnya, ketika manusia dalam kondisi normal berkisar 60-80 Mhz sementara beberapa bunga menurut penelitian ilmiah dapat memiliki energi hingga 360 Mhz,” dia menjelaskan. Terapi masalah emosional Ruang lingkup pekerjaannya sebagai psikolog pendidikan yang menemani anak-anak dan remaja di sekolah SPK (Cooperative Education Unit) melihat pendekatan Bach Flower dapat digunakan sebagai terapi pendukung untuk masalah emosional siswa. “Untuk anak-anak mungkin lebih spesifik, saya membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus di mana masalah emosional dan sosial adalah masalah yang paling penting,” kata Alva. Dia menambahkan, “Jadi Terapi Bunga Bach dapat dikatakan sebagai dukungan terapi alternatif yang baik selain terapi keterampilan, seperti terapi wicara, terapi okupasi dan lain-lain karena bekerja di bidang stabilisasi emosional.” Sementara remaja saat ini juga menghadapi banyak masalah yang akar masalahnya ternyata emosional, misalnya bukan antusiasme untuk belajar, untuk masalah keluarga atau persahabatan yang mengakhiri masalah adalah emosi terhadap depresi. Merawat kesehatan mental Alva Paramitha, seorang psikolog pendidikan dan praktisi penyembuhan meluncurkan buku pertamanya The Healing Flower: Travel Record Curing with Bach Flower Remedy.

Alva Paramitha, seorang psikolog pendidikan dan praktisi penyembuhan, meluncurkan buku pertamanya The Healing Flower: Travel Record Curing with Bach Flower Remedy “Pertama-tama tujuan saya dalam menulis buku ini adalah agar orang Indonesia mulai peduli dengan kesehatan mental, karena jika kita berbicara tentang kesehatan mental, tidak hanya orang-orang yang terkena gangguan mental,” kata Alva. Alva melanjutkan penjelasannya, “Merawat kesehatan mental dapat dimulai dari hal-hal kecil dengan mengenali emosi. Ketika mereka peduli dengan kesehatan mental, tentu dengan segala upaya mereka mereka akan berusaha menjadi sehat dan mampu menjaga emosi lebih baik.” “Berbicara tentang kesehatan mental generasi muda dimulai sejak usia dini. Kesehatan mental mereka juga dipengaruhi oleh bagaimana mereka dibesarkan oleh pengasuhan anak, lingkungan dan lainnya,” katanya. Alva menekankan bahwa sangat penting jika generasi muda memiliki pengalaman emosional atau traumatis untuk segera disembuhkan. “Karena jika diizinkan, tentu ini akan mempengaruhi bagaimana mereka bertindak nanti, termasuk mempengaruhi bagaimana mereka mengambil keputusan dan bertindak,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *